Suatu Saat Nanti

Setiap orang menginginkan memiliki pasangan yang dapat membahagiakannya kelak. Ketika hari itu tiba...

Aku ingin dapat berdiri di belakangmu dan mengikuti mu sujud kepada-Nya. Mengucapkan kedua salam, mencium tangan kananmu dan kemudian saling mendoakan. Biarkan aku sejenak menikmati suasana itu. Merenung bersama, sembari menyandarkan kepalaku di pangkuanmu. Usapkan juga kepala ku dengan sentuhan tanganmu yang lembut. Ceritakan segala asa, ceritakan segala keinginanmu. Aku akan mendengarkan dengan baik..

Saat kau bersiap untuk berangkat bekerja, kecup keningku dan aku akan mencium tangan kananmu sambil mendoakan agar kau selamat. Akan aku berikan senyuman yang terindah dan tepukan ke bahu mu untuk mengingatkan kau agar hati hati dalam berkendara.

Saat kau jauh dari ku, mungkin kau tak tau bahwa itu adalah masa tersulit bagi ku. Aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu dengan kekhawatiranku. Jam demi jam aku menunggu.

Hingga kau datang kembali, akan ku raih tanganmu dan ku cium dengan salam, berikan aku pelukan yang hangat dan kecupan di kening.

Aku ingin mendengar segala keluh kesahmu, membantu redakan segala amarahmu. Menenangkan mu.

Berjalan bersamamu adalah keinginanku setiap waktu. Merangkul tanganmu, menceritakan segala yang aku pikirkan. Dan senyumanmu adalah hadiah terindah untukku. Cukupkanlah kebutuhanku, untukmu. Ajarkan aku cara bersyukur atas kecukupan yang Allah berikan melalui mu. Ingatkan aku untuk selalu melangkah dengan rendah hati.

Ketika aku mengandung anakmu. Usaplah perutku dengan kelembutan tanganmu, doakan yang terbaik untukku dan anakmu. Tuntunlah aku saat berjalan, bersabarlah karena aku akan mudah lelah. Redakan emosiku saat aku mulai sulit mengontrolnya. Hingga waktu tiba untuk melahirkan anakmu, aku ingin kau selalu menemaniku. Tak peduli dengan kesibukanmu dengan pekerjaan, pahamilah ke-egoisanku ini.

Dengan sabar dan senang hati aku merawat anak anakmu. Membekalinya dengan pendidikan yang tidak akan mereka dapatkan di bangku sekolah. Bila anak anakmu membuatmu kesal, jangan marahi mereka, ajarkan mereka bagaimana mengucapkan keinginannya dengan baik. Amarahmu akan sangat menyakitkan mereka, begitu pula aku. Dan aku akan berusaha menjaga dengan baik, menjaga mu dan menjaga anak anakmu sampai mereka siap untuk ku tinggal.

Saat kau beranjak tua, aku ingin merawatmu dengan lebih banyak waktu tak seperti saat kau bekerja. Aku ingin selalu bisa bersamamu, menyuguhkan secangkir minuman dan makanan, menikmati pemandangan dan bercengkrama. Membiarkanmu tertawa lepas, dan melupakan kerut kerut yang tampak di wajahmu. Biarkan aku bersandar di bahumu dan meletakkan tanganku dipangkuanmu.

Waktu tak akan bisa memisahkan kita. Meskipun waktu akan membuat kita meneteskan air mata.. ingatlah selalu, dan aku akan selalu ingat, bahwa kita saling mencintai..

Untukmu..
Suamiku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

Unknown mengatakan...

co cwiiit

jangan mampir ke blog aku puhleasee
http://colourfullrevi.blogspot.com/

Jj mengatakan...

sweet.. :)
Bahagia bgt suamimu nanti, hehe :)

Anonim mengatakan...

mahcim..baru baca blog mu lg..baguussss, romantis nya..ckckkckk

Posting Komentar