Sukses film Habibie & Ainun membuat para penontonnya mengharu biru dan membuat sebagian orang berpikiran yang mungkin sama dengan saya (?).
Yang paling mengharukan mungkin saat teralun nya kisah mengenai Ainun yang terjatuh sakit. Dengan segala pengorbanan Ainun saat Habibie bekerja sampai memiliki jabatan yang tinggi di Pemerintah Indonesia.
Namun yang paling mengharukan bagi saya adalah ketika Habibie sibuk dengan design pesawatnya di German, sedangkan kita yang di Indonesia? Sibuk berdemonstrasi, menuntut keadilan, menuntut kebijakan, menyuap para pejabat, dll yang memperlihatkan prinsip yang bobrok (menurut saya). Justru pada saat ini saya terharu..
Ingat ketika Habibie berjanji kepada diri nya sendiri untuk berbakti kepada negara nya setelah menyelesaikan study di German, namun Indonesia menolaknya. Why? Karena tidak pada jalur yang tepat (menurut saya), namun Indonesia kemudian memanggil Habibie untuk memenuhi janji pada diri Habibie.. Yaitu berbakti pada Nusa dan Bangsa. Bangsa Indonesia.
Apa janji kita pada Negara Indonesia?
Hanya tuntutan keadilan kah?
Hanya anarkisme kah?
Atau menghina pemerintah?
*next Part.2






0 komentar:
Posting Komentar