layaknya ada sebuah produk yang ditawarkan oleh suatu merek tertentu, konsumen patut di layani dan di berikan informasi sejelas-jelasnya agar tertarik pada produk yang di tawarkan..
INGAT!! "pembeli adalah raja"
sama seperti sebuah universitas.. menawarkan produk produk pendidikan kepada calon pembeli yang di sebut "mahasiswa"
ada hukum, ekonomi, kedokteran, sastra, dll
dan kita sebagai mahasiswa yang "membeli" pendidikan sudah selayaknya pun dianggap RAJA,
toh saya membeli berarti saya harus mendapatkan barang yang saya beli dengan baik..
membeli artinya ingin mendapatkan sesuatu yang di inginkan demi pencapaian tujuan yang di inginkan dari fungsi produk yang di beli (2011: 7)
KITA MEMBELI PENDIDIKAN.
tujuan:
- mendapat ilmu
- mendapat fasilitas yang di tawarkan universitas
- mencapai tujuan kelulusan
gunanya lulus dengan gelar sarjana:
- pastinya berbeda dengan lulusan SMA/SMK/SMEA/dll. sederajad, yang posisinya sebagai "pekerja"
- guna lulus sebagai penguasa ilmu yang dapat digunakan untuk PRAKTEK atau lebih tepatnya "memperkerjakan" orang dengan ilmu yang telah di beli
kita liat kenyataan sekarang.
apakah kalian sebagai mahasiswa sudah mengetahui dengan jelas PRODUK yang di tawarkan universitas??
belum jelas, berapa jumlah biaya kuliah, biaya kelulusan, biaya ijazah, dan biaya-biaya lain yang seharusnya kita ketahui dari awal sebelum kita membeli produk pendidikan yang di tawarkan. seumpamanya... di saat kita kelaparan dan kehausan lalu menemukan tempat makan pinggir jalan yang menawarkan berbagai menu makanan namun tidak ada daftar harganya, dan ketika membayar tiba-tiba kita tercengang dengan biaya yang harus di bayar. sama seperti produk pendidikan yang kita beli.. anda berani beli tetapi belum jelas biayanya, itu berarti akan ada PENGGELAPAN DANA yang anda sendiri tidak tahu anda membayar tapi anda mendapat apa??
belum jelas, prediksi kerusakan (kekurangan) dari barang yang di tawarkan.. misalnya anda membeli sebuah mobil mewah, tapi memang produk tersebut namanya "MOBIL MEWAH" seperti nama-nama produk yang ada (bajaj, becak, sepedah), jangan sampai salah membeli... andai saja anda membeli bajaj bernama "MOBIL MEWAH" apakah mewah di sini sama dengan mewah yang ditafsir orang pada umumnya?? mobil tentu saja berbentuk mobil, namun kalau bajaj yang dinamakan "mobil" tentu anda rugi.. kenapa? anda membeli mobil namun fungsinya hanya sebagai bajaj, jadilah anda tidak seperti orang-orang mewah dengan mobil mewah. sama dengan produk dari universitas.. anda membeli pendidikan yang anda belum tau jelas apa yang anda akan dapatkan dengan pendidikan yang anda bayar. ingat, dosen-dosen yang seringkali tidak masuk kelas, dosen yang mengajar terpatok dengan buku, dosen dengan beribu tugas namun tidak memandang ke'efektifan dari tugas yang di berikan..dll, bukankan itu sebuah kerusakan? mungkin sebagian mahasiswa BANGGA dengan kerusakan yang menimpanya (ex: dosen tidak masuk kelas). anda membeli loh, ko bangga di curangi oleh si penjual? dan dengan bentuk-bentuk pelayanan yang di berikan, semestinya kita tidak hanya melihat NAMA, tetapi melihat KUALITAS PELAYANAN.
belum jelas seberapa jauh kita mendapatkan ilmu itu sebagai penguasaan. kita umpamakan... saya kuliah di psikologi, psikologi isinya tentang ilmu kejiwaan, emosi, alam sadar-bawah sadar, dll. kuliah di psikologi artinya saya sedang menjalankan pendidikan untuk menjadi sarjana psikologi yang ahli dalam bidang psikologi. di tengah-tengah perjalanan pendidikan saya, ada sebuah lembaga yang menawarkan seminar berisikan penguasaan emosi, self upgrade, macam-macam kelainan seks, dll. dan saya mengikuti seminar tersebut dengan maksud sebagai "pelengkap" dari pendidikan yang saya ikuti di fakultas psikologi, benar begitu? saya jawab, saya RUGI. kenapa? semua seminar yang di tawarkan seharusnya sudah saya terima di pendidikan yang saya ikuti namun kenapa saya masih saja ingin membeli produk seminar dengan alih untuk pelengkap? itu berarti pendidikan yang saya terima tidak lengkap. bukankah saya kuliah di psikologi agar dapat menguasai itu semua dan mengajarkannya kepada orang-orang non-psikologi? namun kenapa malah saya sendiri yang menelan ilmu itu sendiri, tentu tidak ada guna.
hanya sedikit yang saya utarakan tentang hak-hak mahasiswa sebagai pembeli pendidikan, tentu masih ada banyak lagi keluhan yang anda rasakan, benar bukan?
sudah sepantasnya kita sebagai PEMBELI bersikap KRITIS dengan produk yang kita beli.. relakah anda rugi? saya tidak dan saya kecewa.
sudah sepantasnya kita sebagai PEMBELI bersikap KRITIS dengan produk yang kita beli.. relakah anda rugi? saya tidak dan saya kecewa.






2 komentar:
Pendidikan adalah sebuah produk. hahahaahaha ironis.
kalau pendidikan itu salah satu program pemerintah kenapa masyarakatnya mesti bayar? bayar berarti membeli kan..
kenyataan yang ada, pendidikan adalah PRODUK pemerintah yang dibeli masyarakat :))
Posting Komentar